
TIKEP — Sekolah Sepak Bola (SSB) SUPERA Payahe terus mematangkan persiapan menghadapi Festival SSB yang akan berlangsung di Desa Tului, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Berbagai aspek mulai dipersiapkan secara bertahap, mulai dari kemampuan teknis, taktik permainan, kondisi fisik, mental pemain hingga kelengkapan administrasi.
Pendiri SSB SUPERA Payahe, Jumrah Nasir, mengatakan persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan para pemain siap mengikuti festival. Menurutnya, kesiapan sebuah tim tidak hanya diukur dari kemampuan mengolah bola di lapangan, tetapi juga ditentukan oleh kedisiplinan, kesiapan mental, serta pemenuhan persyaratan administrasi.
Ia menjelaskan, dari sisi teknis, para pemain terus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dasar sepak bola, seperti penguasaan bola, akurasi umpan, kontrol, hingga penyelesaian akhir. Sementara dari aspek taktik, pembinaan difokuskan pada pemahaman pola permainan, kerja sama antarpemain, serta kemampuan membaca situasi pertandingan.
Selain itu, kondisi fisik juga menjadi bagian dari persiapan agar pemain mampu menjaga stamina dan konsistensi permainan selama pertandingan berlangsung. Kesiapan mental pun tidak luput dari pembinaan, terutama dalam membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, semangat juang, dan sportivitas ketika menghadapi lawan.
Namun, menurut Jumrah, terdapat satu aspek yang tidak kalah penting dan membutuhkan persiapan serius, yakni administrasi pemain. Aspek ini dinilai krusial karena berkaitan dengan proses verifikasi identitas dan persyaratan usia peserta sebelum mengikuti festival.
Karena itu, dokumen setiap pemain harus dipastikan lengkap dan valid. Dokumen yang dimaksud meliputi akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
“Administrasi menjadi salah satu poin paling krusial dalam festival SSB. Seluruh dokumen pemain harus disiapkan dengan baik dan dipastikan valid. Jangan sampai persoalan administrasi justru menghambat keikutsertaan pemain, terlebih jika berkaitan dengan dugaan pencurian umur yang dapat berujung pada diskualifikasi,” tegas Jumrah.
Ia menilai, kelengkapan dokumen tidak boleh dipandang sebagai formalitas semata. Sebab, setiap peserta harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan panitia penyelenggara agar pelaksanaan festival berlangsung secara tertib, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip fair play.
Jumrah juga menekankan bahwa pembinaan sepak bola usia dini tidak semata-mata bertujuan mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta belajar menghargai kerja sama dan sportivitas.
Melalui persiapan yang mencakup seluruh aspek tersebut, SSB SUPERA Payahe berupaya memberikan penampilan terbaik pada Festival SSB di Desa Tului. Kesiapan pemain di lapangan maupun kelengkapan administrasi diharapkan dapat berjalan seimbang sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai ketentuan yang berlaku.






Komentar