
HALBAR — Karang Taruna Desa Tuada bersama Fagogoru Halmahera Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di halaman Masjid Mujahidin, Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Senin (31/8/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut mengusung tema “Aktualisasi Nilai Keislaman sebagai Wujud Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Persatuan Generasi Muda Desa Tuada”.
Peringatan Maulid berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara generasi muda, keluarga Fagogoru, pemerintah desa, serta unsur masyarakat dalam menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan kerukunan di Desa Tuada.
Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat turut hadir, di antaranya Camat Jailolo Ade Fabanyo, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat, unsur TNI dan Polri, Keluarga Fagogoru Halmahera Barat, serta masyarakat Desa Tuada.
Camat Jailolo Ade Fabanyo mengapresiasi inisiatif dan kerja keras panitia, khususnya para pemuda yang dinilai mampu menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah perkembangan zaman.
“Saya sangat bangga melihat pemuda-pemudi kita hari ini. Di tengah tantangan zaman modern, kalian justru menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap nilai-nilai agama dan adat,” ujar Ade.
Menurutnya, kolaborasi Karang Taruna dan Fagogoru menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan serta dapat menjadi penggerak berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.
Ade mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, amanah, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki keterkaitan dengan falsafah hidup masyarakat Maluku Utara, termasuk nilai Fagogoru yang mengajarkan pentingnya saling menyayangi, menghormati, serta hidup bergotong royong.
“Termasuk nilai Fagogoru yang di dalamnya diajarkan tentang rasa saling menyayangi, menghormati, dan gotong royong. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi dan menjaga kedamaian di wilayah Jailolo yang kita cintai ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tuada Hilman Malik menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Hilman menegaskan, Pemerintah Desa Tuada mendukung berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda, khususnya kegiatan yang dapat memperkuat nilai keagamaan dan hubungan sosial antarwarga.
Ia berharap kegiatan peringatan hari besar keagamaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Peringatan hari besar keagamaan merupakan sarana efektif untuk membentengi moral generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman, sekaligus menjadi wadah untuk terus merajut tali silaturahmi antarwarga secara berkelanjutan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Fagogoru Halmahera Barat Ramla Hasim menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Fagogoru di tengah generasi muda.
Menurut Ramla, falsafah Fagogoru yang mencakup sopan re hormat atau saling menghargai, budi re bahasa atau kesantunan, ngaku re rasai yang mencerminkan kebersamaan dan kekeluargaan, serta mtat re meimoi yang bermakna malu dan takut melakukan kesalahan, memiliki keselarasan dengan ajaran akhlak yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
“Falsafah ini harus terus dihidupkan oleh generasi muda sebagai fondasi moral untuk merawat persatuan, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Ramla, mantan komisioner KPU Halmahera Barat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid oleh Alhabib Rachmat Bafaqih. Selain ceramah keagamaan, acara turut dimeriahkan dengan pembacaan puisi, tarian Gamrange dengan atribut Coka Iba, serta lantunan shalawat oleh Majelis Ta’lim Desa Tuada.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan meriah, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah, serta generasi muda Desa Tuada.

Komentar