SALOIPOST.Id, Jakarta – Survei Indikator Politik Indonesia menyebut, lebih dari 75% warga puas atas kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal tersebut disampaikan melalui webinar “Arah Baru Pendidikan Indonesia: Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek”, Minggu (19/6/2022).
Ini tertuang dalam rilis Kemendikbudristek, Jakarta, 20 Juni 2022. Dalam webinar itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Anang Ristanto mengungkapkan hasil survei ini merupakan bentuk gotong royong dan partisipasi publik untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
“Dengan hasil ini tentu kami sangat optimistis bahwa dengan program Merdeka Belajar dapat membawa dampak perubahan pendidikan ke depan lebih baik dan membawa anak-anak kita, adik- adik kita sebagai generasi penerus menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tangguh,” papar Anang.
Meski begitu, kata Anang, masih ada kisaran 5 hingga 25 persen yang tingkat kebermanfaatannya masih kurang. Menurutnya, ini adalah tantangan bagi pihaknya terus meningkatkan pengetahuan dan meyakinkan masyarakat akan program Kemendikbudristek. “Kami akan berupaya terus menerus melakukan perbaikan salah satunya dengan melakukan sosialisasi melalui berbagai media kepada pemangku kepentingan dan juga dengan pelibatan publik,” terangnya.
Bersamaan, narasumber dari peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida menyampaikan survei yang dipaparkan masih bersifat penelitian awal. “Merupakan penelitian awal untuk mengetahui sejauh mana publik ini sudah mengetahui program-program yang dicanangkan selama tiga tahun terakhir ini, kemudian persepsi mereka terhadap manfaat dari program ini,” urai Rizka.
Rizka mengurai, hasil survei menunjukkan, secara umum publik menilai sangat positif program-program Kemendikbudristek. Di antara 32 program yang diukur tingkat manfaatnya, sebut Rizka, mayoritas warga menilai cukup atau sangat bermanfaat di tiap program, umumnya lebih dari 75 persen.
“Terutama program yang manfaatnya dirasa sangat besar karena menyentuh hajat hidup warga seperti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), KIP Kuliah Merdeka, Bantuan kuota internet, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) langsung ke sekolah, dan Peraturan Menteri tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Permen PPKS). Demikian pula program-program Kurikulum Merdeka dan Merdeka Mengajar, serta program terkait pandemi Covid-19,” urainya.
Dirinya menegaskan, kampanye program-program Kemendikbudristek masih sangat perlu ditingkatkan dengan penekanan lebih banyak kepada program-program yang paling besar kebermanfaatannya bagi masyarakat umum.
“Kami harap dengan adanya hasil survei ini dapat menjadi salah satu acuan dalam menetapkan langkah selanjutnya dari program-program yang telah dicanangkan dan rujukan bagi pemerhati masalah pendidikan di Indonesia,” pungkasnya
Untuk diketahui, survei ini berdasarkan hasil wawancara terhadap 1.520 responden di seluruh Indonesia pada 7 hingga 12 April 2022.
| Editor: Tim Redaksi
Sumber rujukan: Siaran Pers Kemendikbudristek, Jakarta, 20 Juni 2022.











