Izinkan PT.NHM Beroperasi di Halbar, Aktivis Lingkungan Sebut Bupati JU Gadai Loteng Ditangan Koorporasi

Senin, 16 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST.id, Jailolo – Aktivis lingkungan hidup Donal Moraka, menilai keputusan Bupati James Uang sangat fatal saat mengizinkan PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) untuk beroperasi di Loloda Tengah (Loteng). Menurutnya, ini bentuk menggadaikan daerah terhadap koorporasi.

Pihaknya sangat sesali dengan keputusan Bupati James Uang yang bertemu dengan kedua pimpinan perusahaan PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) dan PT. Tri Usaha Baru (TUB) untuk beroperasi di Loloda tanpa meminta saran dan pendapat terlebih dahulu dari masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur tak kunjung tuntas kini Bupati HALBAR mau menggadaikan Loloda pada korporasi yang bagi saya ini keputusan yang fatal,” Ungkap Ronal melalui rilis yang diterima Saloipost, Senin (16/1/2023).

Menurutnya, Bupati semestinya membaca regulasi jangan manghalalkan segala cara yang mengorbankan masa depan anak negeri. Seharusnya, kata dia, Bupati melihat Loloda sebagai sektor parawisata dan perikanan sesuai dengan visi dan misinya.

“Loloda juga termasuk pulau kecil dan pesisir pantai yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014, atas Perubahan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil atau PWP3K,” Jelasnya

Baca Juga :  Tingkatkan Transportasi, Pemerintahan JUJUR Alokasikan Anggaran Peningkatan Jalan Rp 48,3 Miliar

Ronal memaparkan, Bupati mestinya mengambil sampel terkait masyarakat yang berada dilingkaran tambang yang ada di Maluku Utara, seperti halnya PT. IWIP dan PT.NHM yang kehadiran sangat merusak linkungan dan tidak menjamin kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

“Lihat saja lingkungan Desa lelilef sawai dan desa gamaf di Halteng apakah mereka senang? Tidak! Mereka merasa terasingkan di negeri sendiri, sebab mengambil buah kelapa saja di larang, bahkan di pidana karena pencurian. Pun, lingkungan mereka tercemar atas abu dari pabrik yang tidak sehat, laut mereka di penuhi dengan sampah dari limbah PT Iwip. Belum lagi putra daerah yang di PHK secara sepihak dan orang-orang negara luar yang berkuasa atas tanah leluhur mereka,” Urai Ronal

“Begitu juga PT. NHM yang lebih parah dari pertambangan lainnya, merusak laut, mencemari lingkungan. Pun, masyarakat Kao tak mendapatkan apa-apa dari segala operasi PT. NHM. Tidak semua generasi Kao dapat bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan perusahaan tersebut hanya mempekerjakan orang-orang yang berpengaruh,” Sambungnya.

Baca Juga :  Tanggap Darurat Gunung Ibu Diperpanjang 14 Hari, Bupati Jamin Kebutuhan Pengungsi

Ronal menjelaskan, Loloda adalah tanah kerajaan dan adat tentu budaya masyarakat adalah perkebunan dan nelayan, dan bupati izinkan tambang beroperasi tanpa menimbang kehidupan masyarakat kedepan, ini bentuk kekeliruan kepala daerah.

Diakhir rilis Ronal menambahkan, Alasan pihaknya menolak untuk kedua perusahan beroperasi di daerah tersebut, karena Loloda dtermasuk wilayah pesisir pantai yang geografisnya tidak pantas untuk pertambangan, Karena rawan bencana alam, longsor dan dan lain-lain.

“Dari segala aspek yang ada, kami tegaskan Bupati Halmahera Barat stop bertindak sewenang-wenangnya karena Bupati tak punya lahan tanah di Loloda tengah, jangan gadaikan atas nama pembangunan itu omong kosong,” Pungkasnya

 

Penulis : Elang 

Editor   : Redaksi 

 

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru