Geram, Komisi I DPRD Nilai Pemda Halbar Tidak Serius Soal Kodefikasi 6 Desa

Rabu, 20 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST.Id, Jailolo – DPRD Komisi I geram dengan kinerja Kepala Bagian Pemerintahan Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat (Halbar) terkait pengurusan kodefikasi 6 desa yang sejauh ini belum ada kejelasan.

“Pemda tidak serius mengurusi kodefikasi di Jaltim. Ini terlihat dari hasil konsultasi Komisi I di bagian Administrasi Desa dan bagian Administrasi Kewilayahan (Adwil), keterangannya berbelit-belit,” ungkap Ketua I, Joko Ahadi, ketika diwawancarai di kantor DPRD Halbar, Rabu (20/7)

Joko mengatakan, pasca keluarnya Permendagri, sampai saat ini penjelasan dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa dan Adwil ke Komisi I selalu berubah-rubah, dan ini berjalan sudah lebih dari satu tahun

“Kurangnya admistrasi dari desa tidak memenuhi syarat, sampai hari ini tidak ada kepastian mengeluarkan kodefikasi itu,” cetus Joko.

Baca Juga :  Komitmen Wujudkan “Halbar Religius” Pemerintahan JUJUR Berangkatkan Jamaah Umroh

Politisi Golkar itu menegaskan, pada prinsipnya Pemda harus bertanggungjawab atas molornya proses kodefikasi ini. Warga 6 desa, katanya, sudah cukup lama menanti, namun itu bisa terwujud jika Pemda bertindak serius.

“Komisi I mempertanyakan kepada Pemda dalam hal ini Bagian Pemerintahan harus mampu mempertanggungjawabkan dan memberi keyakinan terhadap warga 6 desa agar kodefikasi secepatnya keluar,” tandasnya.

Senada, Anggota Komisi I, Frangky Luang bahkan tidak segan-segan meminta kepada Bupati James Uang untuk mengevaluasi Kabag Pemerintahan

“Soal 6 desa Komisi I muak dengan Kabag Pemerintahan, jadi Komisi I meminta kepada Bupati agar segera mengevaluasi Kabag pemerintahan,” tegas Franky

Baca Juga :  Seleksi Administrasi JPTP Oleh BKD Halbar Dinilai Pincang, Tiga Pejabat Diloloskan 

Menurut Frangky, bukti ketidakseriusan Pemda itu terlihat ketika Tim Bina Pemerintahan Desa datang melakukan verifikasi di desa, tidak ada pengawalan dari Pemda termasuk Kabag Pemerintahan.

Di akhir wawancara Frangky mengaku, berapa bulan lalu, Komisi I sudah melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah pusat. Berdasarkan keterangan dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa, kata Frangky, semua proses kodefikasi sudah tuntas dan tinggal menunggu di meja Kemendagri.

“Soal kodefikasi di 6 desa itu sudah selesai urusan, namun itu semua tergantung pressure Pemda,” pungkas Politisi Demokrat ini.

Penulis: Elang / Editor: Tim Redaksi

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru