SALOIPOST.Id – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek mengirimkan jutaan buku pengayaan pendukung ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Regional IV untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, serta Maluku Utara. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Total buku yang dikirimkan ke-41 kabupaten/kota regional empat ini mencapai 2.574.052 eksemplar untuk buku SD serta 28.660 eksemplar untuk buku PAUD. Seluruh anggaran berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Sekretaris Badan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan, dalam mewujudkan misi mencerdaskan kehidupan bangsa di seluruh Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi dengan ketersediaan sarana yang ada. Diharapkan buku-buku yang telah dicetak ini dapat sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan aman.
“Selain itu, diharapkan buku-buku ini betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak didik kita, supaya dapat meningkatkan minat baca, nilai kemampuan literasi, serta bahasa guna mencetak generasi yang unggul, cerdas, berkarakter, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila,” ujar Hafidz Muksin di Gresik, Sabtu (9/7), dilansir dari rilis Kemendikbudristek.
Merujuk pada hasil “Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Buku Bermutu bagi Anak”, yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek pada bulan September 2021, disimpulkan bahwa ada tiga prinsip utama buku bermutu bagi anak yaitu buku yang anak benar-benar ingin dibaca, bukan buku yang orang dewasa pikir anak ingin baca, buku yang bervariasi tema dan ceritanya, serta buku yang sesuai dengan jenjang pembacanya.
Selain mengirim buku, Badan Bahasa juga bekerja sama dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), serta organisasi pegiat literasi lainnya untuk melaksanakan program pendampingan pemanfaatan buku pengayaan literasi di sekolah sasaran.
Hal ini dilakukan agar para guru di sekolah yang telah menerima kiriman buku-buku tersebut mampu mengelola dan memanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kecakapan literasi peserta didik dalam program yang kreatif, bermakna, dan berkelanjutan.
| Editor: Tim Redaksi
Sumber rujukan: Siaran Pers Kemendikbudristek (9/7/22/2022)











