Dorong Pendekatan Berkelanjutan, G20 Bahas Blue, Green, dan Circular Economy

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST.Id – Pendekatan ekonomi biru, hijau, dan sirkular (blue, green, and circular economy) bukankah konsep baru. Tetapi, dunia baru tersadar akan pentingnya keuntungan dari ekonomi global berkelanjutan. Implementasinya dapat menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru, mengurangi sampah dari berbagai sektor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual pada Side Event Pertemuan Sherpa ke-2 Presidensi G20 Indonesia, yang dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/07).

“Isu-isu lingkungan seperti polusi karbon, degradasi laut dan tanah, hingga sampah plastik mendorong urgensi penerapan pendekatan ekonomi yang berkelanjutan” ungkap Menko Airlangga.

Seminar yang berjudul “Blue, Green, and Circular Economy: The Future Platform for Post-Pandemic Development” itu memulai pembahasan dari penjelasan konsep ekonomi biru, hijau, dan sirkular.

“Pendekatan ini menggabungkan potensi pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan inklusi manusia untuk menuai manfaat dalam konsep yang lebih holistik,” ungkap Andreas Schaal, selaku Direktur Global Relations OECD dan Sherpa OECD untuk G7, G20, dan APEC, sekaligus salah satu dari empat panelis yang hadir pada acara ini.

Baca Juga :  Bareng, Airlangga dan Ronaldinho Bincang Santai Soal Sepak Bola

Namun, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan. Direktur Eksekutif CSIS dan Co-Chair T20 Indonesia Yose Rizal Damuri menyebut tiga tantangan yaitu perlunya perubahan sikap dan cara pandang menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan, masih kurangnya dukungan finansial.

“Dan belum adanya insentif yang baik untuk penerapan konsep-konsep ini,” ungkap Yose.

Deputi Menteri Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan, ketiga konsep tersebut telah diterapkan dalam Visi Indonesia 2045 di prioritas nomor 1 dan 6. ‘Ekonomi biru selanjutnya juga telah dibawa dalam pembahasan di Development Working Group dan agenda di ASEAN,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN Boediastoeti Ontowirjo menambahkan, BRIN telah berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mengembangkan model ekonomi hijau dan sirkular, seperti contoh dalam pengolahan limbah cair kelapa sawit menjadi biogas sumber listrik di Riau.

Baca Juga :  Perangkat Desa di Halmahera Barat keluhkan Gaji 3 Bulan Belum Dicairkan, Begini Respon DPM-PD

Disebutkan, terdapat tiga pesan yang disimpulkan dari seminar ini yaitu pergeseran ke arah ketiga konsep itu harus ditempuh karena ada peluang dan manfaatnya, Indonesia telah merealisasikan wacana global ke model ekonomi berkelanjutan melalui forum G20, dan forum tersebut dapat memfasilitasi dialog, berbagi pengetahuan, teknologi, juga best practices.

“Kami berharap berangkat dari seminar di Labuan Bajo, kita akan dapat membangkitkan semangat dan kesadaran baru bagi para peserta untuk menjadikan kolaborasi ekonomi hijau, biru, dan sirkular sebagai konsep terpadu di dalam forum G20.” tandas Co-Sherpa G20 Indonesia Edi Prio Pambudi dalam closing remark-nya.

| Editor: Tim Redaksi


Sumber rujukan: Siaran Pers Kemenko Bidang Perekonomian RI (14/7/2022)

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru