Tak Ada Tenaga Medis dan Obat Bagi Peserta MTQ, Karo Kesra Akui Diluar Tanggung Jawab Provinsi

Minggu, 23 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo Kesra Provinsi Maluku Utara, Fadly Muhammad, || Foto: Istimewa

Karo Kesra Provinsi Maluku Utara, Fadly Muhammad, || Foto: Istimewa

Saloipost.id, Ternate – Panitia dan Peserta serta Pelatih Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi mengeluhkan ketidaktersediaan tenaga medis dan Obat-obatan di lokasi kegiatan yang bertempat di Ngade, Kota Ternate. 

Hal ini dikeluhkan oleh panitia MTQ kabupaten Halmahera Barat (Halbar) ketika di konfirmasi di Asrama Haji Ngade, Minggu 23 Juni 2024.

Menurut Kepala Bagian Kesra dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Halbar Iksan Dagasuly mengatakan, kegiatan yang menghadirkan peserta dari 10 kabupaten kota yang pastinya akan banyak orang karena selain peserta ada juga pelatih dan Oficial dan itu membutuhkan perhatian khusus bagi panitia apalagi soal kesediaan tenaga medis dan obat-obatan.

“ Peserta 10 kabupaten kota beserta pelatih dan Offcial. Ini pengalaman, Kondisi seperti ini kabupaten kota harus turut serta membawa tenaga medis,” sebut Kabag Kesrah Halbar

“ Karena sungguh di sayangkan kegiatan yang begitu besar kok setingkat Tenaga medis tidak ada, lalu bagaimana dengan keadaan kesehatan peserta,” sambung Iksan mempertanyakan.

Menurut Iksan, kegiatan seperti ini tenaga medis itu sangat penting untuk melakukan chek up kesehatan peserta. Hal ini perlu dilakukan oleh panitia untuk mengetahui kondisi terkini dari kesehatan peserta sebelum tampil.

Baca Juga :  Salurkan Aspirasi, Meri Popala Serahkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani di Halmahera Barat

Karena ketidaktersediaan tenaga medis dan obat-obatan tidak disediakan oleh panitia Provinsi, Iksan mengaku, pihaknya mengambil langka antisipasi untuk membeli di apotek terdekat.

“Memang disini tempat penjualan obat dekat, tetapi kesediaan tenaga medis dan obat di lokasi harus ada agar terus pantau kondisi peserta miris juga panitia seperti ini,” katanya

Ia juga mengaku, hal ini telah dikonfirmasi ke Karo Kesra Provinsi Fadly Muhammad melalui pesan di grup WhatsApp Kesra Provinisi Maluku Utara namun tak ada yang merespon.

Pantauan media di lapangan salah satu Pelatih pengajian dan beberapa peserta jatuh sakit, dikonfirmasi gejala sakit yang dialami bervariasi diantaranya.

Pelatih pengajian, Demam dan flu batuk sedangkan peserta MTQ  perut sakit, tenggorokan sakit, batuk dan demam.

Terpisah, Plt Karo Kesra Provinsi Maluku Utara Fadly Muhamad ketika dikonfirmasi Wartawan melalui pesan aplikasi WhatsApp mengaku, ketersediaan tenaga Medis dan obat-obatan tidak disediakan oleh pihaknya karena dalam kesepakatan bersama panitia sebelumnya (kota Tidore) tidak membicarakan hal itu.

“ MoU itu terjadi pembagian tugas, jadi ketika ambil alih dari panitia Tidore tidak ada kesepakatan tanggung jawab Tenaga medis karena ini tidak di tuangkan dalam perjanjian jadi Provinisi hanya menangani terkait dengan penyelenggara,” ungkapnya.

Baca Juga :  Usai Penetapan Tersangka Kasus Lahan, Bupati Halbar Silaturahmi ke Kejari 

“Jadi MTQ dan STQ itu kegiatan kabupaten kota dengan Provinsi biasa nya bgtu, satu tahun sebelum kegiatan itu mulai biasa di SKkan tuan rumah. Jadi kemarin tuan rumah itu Kota Tidore, dengan keterbatasan anggaran Kota Tidore belum bersedia untuk menjadi tuan rumah,” sambung Karo Kesra

Ia mengatakan, setiap panitia penyelenggara pastinya ada sharing anggaran dan tim kerja dan kota Tidore menolak karena ketidaktersediaan anggaran.

“ Lalu kami ambil alih sesuai arahan Gubernur dan melihat berbagai konsekuensi anggaran. Provinsi ini ketika nnti bertanding di ivent Nasional di Kalimantan. Kafilah peserta yang menang itu sekitar 50-60 orang itu yang kami tanggung jawab,” akunya

Ia menambahkan, sebagai Penyelenggara kegiatan selama ajang MTQ pihaknya hanya urusan penyelenggara untuk pertandingan sedangkan Kafila itu urusan kabupaten kota masing-masing.

“ Saya ambil contoh di Haltim, Tenaga medis yang perna masuk dalam kegiatan itu tanggung jawabnya kabupaten. Sebab tenaga medis bukan provinsi punya area,” tandasnya

 

 

Penulis: Elang

Editor  : Redaksi

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru