Saloipost.id, Jailolo – Mencermati kondisi Keuangan Daerah Jelang Akhir tahun 2023 kemarin, Wakil ketua DPRD Halmahera Barat, Riswan Hi Kadam, Menyoroti ketidakmampuan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Sonya Mail.
Riswan menyampaikan, pada minggu terakhir Desember 2023 kemarin, suasana Kantor BKAD ramai dengan aktifitas pengajuan permintaan pencairan dana. Pemandangan seperti itu, menurut Riswan, sudah biasa, sebab sudah menjadi tugas dan rutinitas tempat berkantornya pejabat kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) atau Kaban BKAD.
Dijelaskan, Tingginya permintaan pencairan dana, sementara kesiapan dana di rekening kas daerah terbatas, maka BKAD menggunakan senjata pamungkas untuk membendung serbuan permintaan pencairan dana yang diajukan perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholders yang menjadi mitra kerja pemerintah Daerah.
Riswan menilai, Kas daerah kosong dan Dana Bagi Hasil (DBH) belum disalurkan, adalah dua hal yang menjadi alasan BKAD dalam membungkam serbuan dokumen permintaan pencairan dana dari perangkat daerah, kontraktor maupun pihak lain.
“Namun Sonya Mail kesulitan dan tidak mampu menganalisa kemampuan ketersediaan anggaran dalam memenuhi permintaan Pencairan Dana di akhir Tahun 2023, serta mengantisipasi apabila terjadi penundaan transfer atas kekurangan Bayar Dana Bagi Hasil Pusat maupun Provinsi,”katanya.
Untuk itu, Politikus PKB ini menyebut Halmahera Barat tidak hanya memiliki keterbatasan anggran, tetapi juga terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk kurangnya pengatahuan kepala BKAD.
Riswan menjelaskan, jika terjadi ketidakmampuan membayar diakhir Tahun lantaran DBH yang tidak teralisasi, maka mestinya ada langkah taktis dan antisipatif dari Kepala BKAD, memikirkan dan membuat skema pengakuan atas Kurang bayar tersebut, sehingga dapat diajukan sebagai hutang Tahun 2024.
Oleh karena itu, Riswan menyayangkan keputusan Bupati James uang yang telah mengangkat Sonya Mail selaku Kepala BKAD. Ia bilang, Bupati harus menempatkan orang yang memiliki pengetahuan dan punya kompentensi tentang keuangan. Bukan seperti Kaban Keuangan saat ini yang cenderung memposisikan diri sebagai juru bayar atau bendahara. Ia Bahkan menyebut bendahara di OPD lain justru lebih memahami daripada Sonya Mail.
“Sarjana perikanan disuru urus arus keuangan Daerah, sudah pasti ikan akan busuk dan mengeluarkan bau diakhir Tahun 2023, dan diawal Tahun 2024,” cecar Riswan dengan nada kesal.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Halbar, Riswan Mendesak Bupati James Uang agar secepatnya mencopot Sonya Mail dari jabatnnya itu. Sebab sambung dia, Peran dan keberadaan Sonya Mail justru lebih besar mendatangkan mudarat daripada kemaslahatan masyarakat dan daerah ini.
“Karena seorang Kaban keuangan harus paham dan mengerti, pentingnya prognosis laporan Keuangan semester I dan II, maka dipastikan rencana dan skema kemampuan keuangan Pemda terlihat dan dapat diantisipasi resiko atau problemnya diakhir tahun ditengah tumpukan hutang daerah yang terus melejit naik” terannya.
Menurut Riswan, Transaksi di akhir tahun 2023 kemarin, apabila sumber pembayarannya dipakai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Gaji PPPK yang dibayarkan tidak pada peruntukannya, maka hal ini akan terjadi rekayasa laporan realisasi DAK.
“Sikap masa bodoh, dan tidak mau tahu Kaban keuangan pada akhir tahun 2023 kemarin, kedepan dipastikan memiliki dampak terhadap buruknya kesehatan keuangan daerah ini dan persolan hukum yang dihadapi.
Begitu juga dengan laporan, Riswan menambahkan, akhir final tidak dapat dilakukan akibat tidak dibayarkan kemudian terbawa hutang.
“Hal itu bisa terjadi karena kucuran anggaran DAK sesuai pengajuan yang telah direviuw oleh Inspektorat ke KPKN, dimana DAK yang masuk sudah sesuai peruntukan belanja modal dengan nama kegiatan dan pihak pelaksana. Tentu ini akan berdampak pada pengurangan Alokasi Anggaran DAK tahun tahun ke depan, karena dianggap daerah tidak mampu,”pungkasnya.
Penulis: Elang
Editor : Redaksi











