SALOIPOST.id, Jailolo – Dugaan pemerasan disertai ancaman oleh istri Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, James Uang, Meri Popala Uang kepada sejumlah kepala desa di Halmahera Barat, mendapat perhatian dari ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Halmahera Barat, Hardi Hayyun.
Menurut Hardi, dugaan yang disampaikan oleh sumber terpercaya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jailolo, bahwa Meri Popala meminta uang sebesar 10 juta ke sejumlah kades, sebagaimana diberitakan malutpost edisi (14/6), perlu mendapat atensi dari pihak Kejaksaan Negeri Halbar.
“Informasi tentang pemerasan yang dilakukan oleh Meri Popala, harus diseriusi oleh Kejaksaan Negeri Halbar. Apalagi informasi tersebut, dilaporkan langsung sejumlah kepala desa ke salah seorang sumber yang berasal dari Kejaksaan,” terang Hardi melalui aplikasi WhatsApp, Senin (3/7).
Hardi bilang, Kejari harus bersikap untuk menelusuri laporan yang disampaikan oleh para kades. Sebab informasi ini melibatkan nama istri Bupati, Meri Popala dan pejabat desa.
“Fraksi Hanura menyatakan sikap mendesak Kejari agar serius membongkar kebenaran praktik pemerasan disertai ancaman yang dilakukan oleh istri Bupati. Sebab komitmen kita sama, pemerasan dan menakut-nakuti orang atas nama jabatan, harus dilawan,” tutupnya.
Penulis : Elang
Editor : Redaksi











