Hasrat Berkuasa, “Apakah Anda Merasa Lebih Hebat dari George Washington ?”

Jumat, 3 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST.ID, Jakarta – Cendekiawan Yudi Latif dalam tulisannya yang berjudul “Kompas Etis Kepemimpinan” menjelaskan, sumbangsih kepempinanan tidak ditentukan oleh berapa lama seseorang berkuasa, tetapi nilai apa yang dibudayakannya selama berkuasa.

Untuk mengurai hal tersebut, Yudi mendasari penjelasannya dengan merujuk pada praktik kekuasaan dari pemimpin besar perang kemerdekaan Amerika Serikat (AS), George Washington.

“Hanya karena panggilan sejarah yang tak terelakkan, demi menghindari perpecahan bangsa yang baru merdeka, pemimpin besar perang kemerdekaan Amerika Serikat, George Washington, mau menerima pengangkatannya sebagai presiden AS yang pertama,” tulis Yudi dalam tulisannya yang ditayang di Instagram pribadinya, Kamis (14/4).

Mantan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila ini menjelaskan, setelah masa jabatan kepresidenan pertama berakhir, Washington berniat kembali ke peternakannya. Namun, lanjut Yudi, niat itu terpaksa diurungkan mengingat kondisi AS saat itu masih terbilang sebagai republik muda dan masih goyah dirundung konflik elit kekuasaan.

Baca Juga :  Periode Kedua JUJUR Pastikan Maksimalkan Program, 3 Poin Ini Kebutuhan Masyarakat

Setelah masa jabatan kedua berakhir, tulis Yudi, Washington bisa saja berkuasa lagi hingga kapan pun ia mau. Namun, kata Yudi, kompas etis kepemimpinan Washington mengatakan enough is enough.

“Keberlangsungan republik tak boleh bergantung pada seseorang, sebesar dan sehebat apa pun orang itu. Tunas baru harus meneruskan estafet kepemimpinan,” tegasnya.

“Praktik kekuasaan Washington itu lalu menjadi standar etis masa bakti kepresidenan,” sambungnya.

Yudi kembali menjelaskan, meski Konstitusi AS aslinya tidak membatasi berapa kali seseorang bisa menjabat Presiden, setiap ada orang yang berhasrat mencalonkan lagi setelah dua kali terpilih, kepekaan rasa malunya selalu tidak sanggup menghadapi pertanyaan gaib nurani publik, “Apakah anda merasa lebih hebat dari Washington?”.

“Demikianlah, warisan terhebat pemimpin adalah standar dan visi etis yang ditinggalkannya. Sumbangsih kepempinanan tak ditentukan oleh berapa lama ia berkuasa, tetapi nilai apa yang dibudayakannya selama berkuasa,” sebutnya.

Baca Juga :  167 Peserta Calon PPK Dinyatakan Lulus Administrasi, Berikut Jadwal Seleksi CAT 

Lebih jauh, Yudi menjelaskan, kepemimpinan negara itu pusat teladan, ibarat mata air yang darinya mengalir sungai-sungai kehidupan yang memasok air ke hilir. Mutu air di hulu akan memengaruhi mutu kehidupan di hilir.

“Dalam demokrasi luhur adab, hukum berenang di lautan etika. Defisit institusi dan peraturan selalu bisa ditutupi kedalaman moralitas penyelenggara negara dan warganya,” sebutnya lagi.

Sebaliknya, tulis Yudi, dalam demokrasi rendah adab, surplus pasal konsitusi dan undang-undang tidak membuat kepastian dan tertib hukum, tetapi dicari celahnya untuk disiasati demi kepentingan sesaat.

“Setiap ada usaha mengembalikan konsitusi ke rel yang benar, selalu ada penumpang gelap yang membonceng, mencegat kewarasan dengan kesesatan,” tutupnya.

Penulis: Tim Redaksi 

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru