SALOIPOST. id, Jailolo – Anggota Komisi III DPRD Halmahera Barat, Maluku Utara, Asdian Taluke menyoroti salah satu program Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhamad terkait Halbar Sehat yang rencananya akan diimplementasi melalui launching program kesehatan gratis di rumah sakit umum daerah (RSUD) dan seluruh puskesmas yang tersebar di Halmahera Barat pada bulan Maret ini.
Asdian menilai, program pemeriksaan dan pengobatan gratis ini memang bagus. Hanya saja sebelum dilaunching Pemda mestinya memikirkan tentang insentif tenaga kesehatan tersebut. Kemudian, Pemda harus pikirkan pula terkait kesediaan obat di rumah sakit dan puskesmas.
Menurutnya, Terkait kesedian obat baru-baru ini ada salah satu pasien dari Loloda yang dirujuk dari puskesmas ke RSUD Jailolo, tidak mendapat pelayanan yang optomal Bahkan obat yang dibutuhkan oleh pasien tersebut ternyata kosong di apotik, sehingga terpaksa membeli obat di luar RSUD.
“Itu artinya mengeluarkan biaya. Nah kalau misalnya ada pasien yang tebus obat di luar begitu apa yang harus digratiskan?” kata Asdian, Selasa (14/3/2023).
Ketua Fraksi Gerindra ini menyebut, kekurangan obat ini bukan saja di RSUD tetapi hampir rata-rata di seluruh puskesmas yang tersebar di Halmahera Barat.
“Kalau seperti itu masyarakat mau melakukan pengobatan secara gratis bagaimana. Jadi Pemerintahan JUJUR harus dipikirkan dulu,” tambahnya.
Untuk itu, pria asal Loloda ini meminta sebelum launching program kesehatan gratis pemerintahan JUJUR harus evaluasi dulu.
“Sehingga yang disebut gratis itu gratis yang bagaimana,” Pungkasnya
Penulis : Elang
Editor : Redaksi











