Tak Terimah Protes Kelangkaan Minyak Tanah, Kepala Disperindagkop Aniaya Warga

Rabu, 8 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Kadis Disperindagkop dan UKM saat melakukan kekerasan terhadap salah satu Warga

Tampak Kadis Disperindagkop dan UKM saat melakukan kekerasan terhadap salah satu Warga

Saloipost.id, Jailolo — Kepala Disperindag dan UKM Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Demisius Boky Aniaya salah satu Warga desa Gufasa, kecamatan Jailolo, Hardi Dano Dasim saat melakukan protes atas kelangkangan Minyak Tanah.

Penganiyaan itu dilakukan di depan Kantor Disperindag dan UMKM Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (08/01/2024). Sa

Hardi do Dasim, saat  hendak menyampaikan aspirasi, terkait dugaan pungutan liar (pungli) oknum kepala bidang di Disperindag dan UKM Kabupaten Halmahera Barat terhadap pangkalan minyak tanah dengan menggunakan Panflet. Tak terimah Aksi yang dilakukan Hardi, Demisius langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi terhadap korban arah wajah dan kepala

Hardi dalam keterangan persnya mengatakan, diri mendatangi Kantor Disperindag dan UMKM Kabupaten Halmahera Barat untuk membongkar masalah pungli pangkalan minyak tanah melibatkan oknum pejabat, yang juga menyebabkan kelangkaan minyak tanah.

“Jadi kalau minyak belum ada, kabid

perdagangan sudah minta uang duluan. Dia (oknum pejabat) minta (uang) misalnya 5 ton dengan harga sekian, setelah minyak sampai itu dia kasih cuma 4 ton, dan 1 ton dia gantung lagi, jadi nanti minyak ada baru dia kasih masuk lagi,” jelas Hardi.

Baca Juga :  Tepis Isu Ketua DPRD, James Uang Tegaskan Ibnu Saud Kadim Bakal Jabat Selama 5 Tahun

Menurut Hardi, masalah yang terjadi seperti pada salah satu pangkalan minyak tanah di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, ini memang sudah diselesaikan setelah oknum pejabat kepala bidang menggantikan uang hasil pungli tersebut. Hanya saja baginya, kasus ini tidak boleh didiamkan dan hanya selesai dengan pengembalian uang saja.

Telah selesainya masalah tersebut dengan adanya pengembalian uang, lanjut Hardi, juga diakui Kadis Demisius. Hanya saja menurut Hardi, oknum kepala bidang tersebut juga melakukan pungli yang sama di banyak pangkalan minyak tanah yang lainnya di Halmahera Barat.

“Ada setiap pangkalan itu mereka mengakui, itu kabid Mulyono itu kalau dia dating dia selalu minta uang, katanya uang monitoring Rp 500 ribu, kaya begitu,” ungkapnya.

Masalah lainnya di Halmahera Barat mengenai masalah minyak tanah ini, sambung Hardi, yakni adanya pengurangan jatah minyak bagi pangkalan yang lama lantaran dibentuknya tambahan pangkalan-pangkalan minyak tanah yang baru. Malah, untuk pangkalan baru yang ditengarai milik orang-orang dekat Bupati James Uang diberi jatah lebih banyak.

Baca Juga :  Modus Penipuan Kerugian Capai Rp 10 Milyar, Korban Bakal Lapor Polisi

Mengenai pemukulan yang dialaminya, kata Hardi, bermula saat dirinya mendorong satu staf Disperidag yang melarang dan memintanya melepas panflet bertuliskan aspirasi dugaan pungli yang dipasang Hardi di jendela kantor Disperindag.

“(Panflet) karton manila itu saya temple sudah empat, sedangkan yang kelima itu saya mau temple langsung dia (Demisius) suruh stafnya cabut, saya bilang jangan cabut, langsung saya tola (dorong) staf itu, dan langsung dorang (mereka) berdua pukul saya itu,” terang dia.

Atas pemukulan yang dialaminya ini, Hardi mengaku sudah melaporkannya ke Polres Halmahera Barat untuk diproses hukum. Dirinya pun langsung mendatangi Kantor DPRD Halmahera Barat setelah membuat laporan dan visum atas pemukulan yang dialaminya

Di DPRD, Hardi meminta agar Komisi II memanggil sejumlah Kepala Disperindag termasuk sejumlah pejabat di dinas tersebut untuk rapat dengar pendapat (RDP).

“Saya sudah lapor ke Polres sudah, saya sudah visum. Saya memar di tangan, bibir pecah, badan belakang bengkak, visum di rumah sakit,” cetusnya.

 

 

Penulis: Elang

Editor  : Redaksi

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru