Saloipost.id, Jailolo – Bupati Halmahera Barat, James Uang menyambagi para pengungsi erupsi Gunung Ibu. Dalam kunjungan tersebut Bupati meninjau tenda-tenda pengungsi dan memberikan semangat dan motivasi terhadap pengungsian.
Dalam agenda kemanusiaan tersebut, Bupati bersama Deputi Logistik BPNP RI Lili Kurniawan dan unsur forkompinda mengunjungi dua titik sentral pengunsian, Jumat (17/5/2024) Sore tadi.
Bupati James Uang dalam kesempatan itu mengingatkan kepada warga pengungsian agar bersabar dalam menghadapi bencana yang saat ini menimpa sejumlah desa.
“Tentu kita tidak menginginkan hal ini terjadi tetapi yang namanya bencana tidak bisa diprediksi, jadi kita harus bersabar hingga bencana ini benar-benar berakhir,”ujarnya.
Amatan media ini di lapangan, setelah mengunjungi sentral pengungsian di desa Tongute Ternate dan Gam Ici. Setelah itu, Bupati beserta rombongan juga menuju titik pusat pemantauan Badan Geologi gunung ibu yang berada di desa Gamici, Kecamatan Ibu tengah.
Usai memantau aktivitas gunung Ibu, Bupati beserta rombongan juga menuju ke desa Tuguis Soa Sangaji, Kecamatan Ibu Tabaru yang berada dalam radius gunung tersebut.
Dikesempatan itu juga, James menghimbau kepada warga agar tetap mematuhi perintah yang sudah disampaikan oleh pihak Badan Geologi.
Menurutnya, peringatan yang disampaikan oleh pihak Badan Geologi merupakan langkah ikhtiar, karena status gunung tersebut sudah paling tertinggi yakni status siaga V atau (Awas).
“Meskipun mata pencaharian kita sebagai petani tetapi kita juga harus berikhtiar, karena sebagaimana yang disampaikan oleh Badan Geologi status gunungnya sudah pada level awas. Jadi mohon bersabar untuk beraktivitas sebagai petani dan jauhi radius atau zona terlarang yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama,”tandas Bupati Halbar.
Sementara itu, petugas badan geologi Sofyan Primulyana menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik gunung Ibu berada di level paling tinggi (4) kategori Awas. Untuk itu terkait dengan level awas pihaknya menghimbau warga setempat mematuhi arahan dan petunjuk dari pemerintah daerah
“Memang benar warga disini sudah lama dan tahu betul situasi disini, namun demikian kami juga melakukan pemantauan dan itu hal yang berbeda, Karena kami disini mempunyai peralatan dan instrumen yang bisa memantau aktivitas Gunung Ibu,” jelasnya
“Dan seperti bapak ibu ketahui bahwa saat ini dari sejak Bulan Mei aktivitas gunung meningkat cukup signifikan karena terjadi letusan siang dan malam hari,” ujarnya menambahkan.
Terkait ancaman, kata dia, saat ini dari badan geologi merekomendasikan terhadap masyarakat untuk tidak memasuki area wilayah dalam radius 4 kilometer sektor dalam dan sektor utara sejauh 7 kilometer karena aktivitas Gunung yang tidak biasa.
“Kami berkepentingan untuk melakukan metigasi kepada warga agar warga terhindar dari ancaman erupsi gunung,” tandasnya
Sebagai informasi, data yang dikantongi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatat data pengungsian erupsi gunung Ibu sementara mencapai 400 jiwa. Data pengungsi ini didominasi oleh Balita, anak-anak, lansia dan ibu hamil.
Penulis: Elang
Editor : Redaksi











