Para Kades Akui Bimtek TP PKK di Jakarta Dibiayai Melalui Dana Desa

Senin, 3 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sambutan Ketua TP-PKK dihadapan para Ibu kades Halmahera Barat, || Foto: Istimewa

Sambutan Ketua TP-PKK dihadapan para Ibu kades Halmahera Barat, || Foto: Istimewa

SALOIPOST.id, Jailolo – Sebagian kepala desa di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengaku kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Jakarta pekan lalu dibiayai melalui dana desa (DD) tahun anggaran 2023, Senin (3/7/2023).

Tak hanya itu, diduga kuat kegiatan itu ada sebagian desa tidak dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sehingga menjadi kebijakan kepada desa sendiri.

Padahal, dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi nomor 8 tahun 2023 dijelaskan bahwa prioritas pengunaan dana desa tidak boleh dipakai untuk kegiatan di luar daerah.

Berdasarkan penelusuran wartawan di lapangan, kegiatan bimtek ini difasilitasi oleh panitia Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat Kabupaten dan anggarannya dialokasikan di masing-masing desa mengunakan dana desa. Anggaran yang diberikan setiap desa ke panitia TP PKK tingkat kabupaten bervariasi, ada desa yang alokasikan sebesar Rp10 juta, ada yang Rp12 juta sampai Rp15 juta. Kegiatan bimtek itu dilaksanakan di Jakarta selama empat hari.

Kegiatan ini diduga diinstruksi dari ketua tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat kabupaten Meri Popala ke pihak kecamatan kemudian pihak kecamatan menindaklanjuti ke masing-masing kepala desa.

Baca Juga :  Hasil Survei Lembaga SDI Elektabilitas Pasangan James-Djufri Unggul Jauh

Kepala Desa Gamsungi Kecamatan Ibu Selatan, Bahraen Habib menjelaskan, kegiatan bimtek itu istrinya juga ikut.

“Yang jelas di sini hanya istri saya saja yang ikut,” kata dia.

Dia menyebut, untuk anggaran yang dialokasikan ke panitia tingkat kabupaten sebasar Rp15 juta. Hanya saja anggaran tersebut pihaknya tidak diakomodir dalam APBdes.

“Karena rata-rata di Kecamatan Ibu Selatan ini semua ikut kegiatan bimtek itu jadi saya menyesuaikan saja meski tidak dianggarkan dalam APBdes,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan APBdes perubahan pada Agustus mendatang untuk memasukan anggaran kegiatan tersebut dalam APBdes perubahan. “Kemarin itu tidak ada pos anggaran di APBdes, cuma kebijakan saya, sehingga kali ini kita bikin APBdes perubahan,” akunya.

Kepala Desa Gogola Sanger Kecamatan Ibu Papi Ong mengaku, pihaknya pun mengikuti kegiatan bimtek tersebut. “Iya istri saya juga ikut kegiatan bimtek itu,” kata dia.

Dia menyebut, kegiatan bimtek itu merupakan program TP PKK tingkat kabupaten dan pihaknya hanya menyesuaikan saja. Untuk anggaran bimtek itu pihaknya alokasikan sebesar Rp12 juta.

“Kegiatan itu anggaran dari desa dan kita pakai dana desa. Tapi kan memang kita dianggarkan dana PKK itu dari awal,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinilai Berkontrbusi Besar ke Partai, James-Djufri Dapat Rekomendasi B1KWK Demokrat

Meski demikian, dia mengaku ada banyak desa di Kecamatan Ibu yang tidak dianggarkan dalam APBdes sehingga menjadi kebijakan kades. “Tapi ada desa yang lain tidak dianggarkan cuma kebijakan kades saja. Kalau begitu otomatis mereka harus bikin APBdes perubahan,” tambah dia.

Sementara itu Sekretaris Desa Taba Cempaka Kecamatan Sahu Wahyudi Gani mengaku, kegiatan bimtek ini hanya diikuti oleh satu orang yakni ketua tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat desa. Menurutnya, kegiatan tersebut pihaknya menganggarkan dalam APBdes 2023. Dia menyebut, sebagian besar desa di Kecamatan Sahu ikut dalam kegiatan bimtek tersebut.

“Kemarin itu istri kades saja yang ikut kegiatan bimtek itu, cuma saya tidak tahu anggarannya berapa,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Tuada Kecamatan Jailolo, Hilman Malik menyatakan, istrinya tidak bisa mengikuti kegiatan bimkek tersebut dikarenakan tidak dianggarkan dalam APBdes tahun 2023.

“Iya kemarin kami disampaikan oleh pihak kecamatan soal kegiatan bimtek ini, tapi karena tidak ada anggaran dalam APBdes sehingga para kades di Kecamatan Jailolo sepakat nanti 2024 saja,” kata dia.

 

 

Penulis : Elang 

Editor   : Redaksi

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru