SALOIPOST.id, Jailolo – Kasus kematian bayi di RSUD Jailolo akhirnya diadukan pihak korban ke Ombudsman pada Rabu (01/3/23). Tindakan ini diambil karena pihak korban menilai tidak ada tindak lanjut Pemerintah daerah (Pemda) terhadap kasus tersebut.
Hal ini disampaikan salah satu keluarga korban, Sarti Dano Afsindir saat dikonfirmasi mengatakan tindakan yang diambil keluarga ke Ombudsman karena mosi tidak percaya terhadap Pemda Halbar.
“Tujuan Kami melaporkan ke Ombudsman karena tidak ada tindakan lanjutan dari pemda yang sebelumnya sudah diadukan laporan”. kata Attack sapaan akrab Sarti
Attack juga menambahkan, dalam pelaporan tersebut Keluarga tetap bersuara sesuai tuntutan sebelumnya yaitu copot Dirut RSUD, pecat Dokter Devi dan cabut izin praktik dan tugas di Maluku Utara.
Keluarga korban juga berharap Ombudsman dapat memberikan titik terang kasus ini. “Kami berharap dengan laporan ke Ombudsman ini, pihaknya dapat menindaklanjuti kasus ini,” tutup Attack
Sebagaiman diketahui, Bupati Halbar James Uang (JU) beberapa waktu lalu saat merespon tuntutan masa aksi terkait pencopotan dr. Novimaryana Drakel sebagai Direktur RSUD Jailolo, JU mengaku masih menunggu hasil Investigasi.
“Dari hasil Investigasi IDI ini barulah kita bisa pastikan penyebab kematian bayi tersebut. Atas dasar itu barulah saya mengambil langkah langkah evaluasi,” kata Bupati JU via WhatsApp, Senin (22/2).
Penulis : Elang
Editor : Redaksi











