SALOIPOST.id, Jailolo – Sentra Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat (Halbar) mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI segera mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo Novimariana Drakel, termasuk tuntutan untuk mencopot Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halbar.
Hal ini disampaikan SEMAINDO dalam aksi yang digelar di depan Kemenkes RI, Jumat (24/2/2023). Aksi ini dipicu oleh kelalaian pelayanan RSUD Jailolo yang oleh SEMAINDO menyebabkan bayi yang dikandung pasien bernama Ibu Sarni akhirnya tidak bisa diselamatkan.
Sebagaimana diketahui, Direktur RSUD Jailolo sebelumnya mengatakan bahwa peristiwa ini adalah persoalan kesalahan komunikasi dari pihak dokter umum yang bertugas dengan dokter spesialis.
“Namun yang perlu dipertanyakan adalah apakah sistem pengelolaan informasi di RSUD Jailolo sedemikian buruknya?,” tanya Sahrir Jamsin melalui rilis yang diterima Saloipost, Jumat (24/2).
Sahrir selaku ketua SEMAINDO memaparkan, bukan kali ini saja terjadi kelalaian peyananan kesehatan, beberapa laporan masyarakat menyebutkan bahwa mereka (masyarakat) merasakan akibat dari rusaknya sistem pelayanan RSUD Jailolo juga sudah banyak terjadi.

“Maka dengan demikian kami berkesimpulan bahwa penyebab dari kematian bayi dalam kandungan Ibu Sarni dan seluruh kasus yang berkaitan dengan buruknya sistem pelayanan RSUD Jailolo adalah ulah dari ketidakbecusan Direktur RSUD Jailolo dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan tertinggi dilingkup RSUD Jailolo,” Jelasnya.
Terdapat 5 poin tuntutan SEMAINDO Halbar sebagai berikut:
1. Mendesak Kementrian Kesehatan agar mencopot Direktur RSUD Jailolo dalam hal ini Novimariana Drakel dari Jabatan.
2. Tambahkan dokter spesialis kandungan di Halmahera Barat.
3. Usut tuntas dan penjarakan dokter devi dan dirut RSUD Jailolo.
4. Copot Novelhis Sakalaty dari Jabatan Sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat.
5. Meminta agar secepatnya mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Halmahera Barat.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi











