Telang Anggaran Milyaran Rupiah, Gedung Pengeringan Jagung di Ratem Belum Difungsikan

Selasa, 17 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST.id, Jailolo – Gedung pengeringan jagung yang berada di Desa Ratem, Kecamatan Jailolo Selatan, kabupaten Halmahera Barat, terbengkalai. Gedung yang diketahui dibangun sejak tahun 2019 itu, tak kunjung difungsikan Bahkan gedung ini tidak lagi terurus sehingga terlihat kumuh.

Pantauan Saloipost Selasa, (17/1/2023), Berdasarkan papan proyek yang tertera, pembangunan gedung tersebut menelan anggaran Rp 200 juta dengan volume pekerjaan 8 x 6 dalam waktu pekerjaan 60 hari. Namun bangunan tersebut tidak didukung sarana prasarana berupa mesin pengeringan jagung.

Sementara data yang dikantongi menyebutkan, proyek tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Desa (Kemendes) dengan pagu anggaran secara keseluruhan mencapai Rp1,4 miliar.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Ketua KNPI Sentil Soal Tunggakan PT TUB di Loloda 

Dari total anggaran miliaran rupiah tersebut, diperuntukan untuk bangunan dan mesin pengering jagung. Namun yang terealiasi hanya bangunannya saja. Proyek tersebut dikerjakan secara swakelola oleh desa setempat.

Seorang pemuda setempat yang meminta namanya tidak dipublish kepada wartawan mengatakan, proyek gedung pengeringan jagung  tersebut dibangun sejak September 2019. Menurutnya, proyek tersebut dikerjakan secara swakelola.

“Tapi, sampai sekarang pabrik ini belum juga difungsikan,” katanya.

Ia mengaku, kecewa dengan pemerintah daerah karena terkesan tidak peduli dengan kelangsungan pembangunan tersebut.

Ia kemudian menceritakan, proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh desa pun melalui pihak ketiga mulai dari bangunan gedung hingga dijanjikan untuk mendatangkan mesin penggilingan.

Baca Juga :  Dari 60 Peserta PKN, ESA MOI Berhasil Tembus 5 Peringkat Terbaik

“Tapi, faktanya dilapangan hanyalah gedungnya saja, mesin penggilingnya tidak ada. Artinya ini secara tidak langsung masyarakat tidak mendapatkan manfaat apa-apa, terus anggaran sebesar itu dikemanakan,”tegasnya

Dia mengatakan, pihak ketiga yang menangani proyek tersebut merupakan seorang anggota DPRD Halmahera Barat atas nama Helni. Namun dia mengaku, tidak mengetahui perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Lebih jelas nanti pak tanyakan saja ke pihak pelaksana proyek tersebut karena mereka lebih tahu,” tandasnya mengakhiri.

Penulis : Elang
Editor   : Redaksi

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru