SALOIPOST.id, Jailolo – Pemda Halmahera Barat, Maluku Utara, melalui Bagian Tata Pemerintahan berencana akan melakukan relokasi lahan di Tiga Kecamatan pada Tahun ini.
Tiga tempat diantaranya, Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan, Wisata Pantai Lapasi Desa Lako Akelamo Kecamatan Sahu, dan Idam Gamlamo Kecamatan Sahu Timur.
“Pada 2023 ini rencananya relokasi lahan di tiga tempat yaitu Desa Domato kurang lebih 3 hektar dan sudah ada pembicaraan akan melakukan rapat untuk melakukan penyelesaian,”ungkap Kabag Pemerintah Halbar Fadli Husen, kamis (13/1/2023)
“Selain itu di pantai lapasi untuk pembebasan lahan dan juga norsery moderen di Idam Gamlamo dan ini suda berjalan,”sambungnya.
Fadli juga menyampaikan bahwa pada 2023 ini juga akan difokuskan untuk meninjau aset-aset Pemda seperti Sekolah, Puskesmas, Jalan dan Lahan kosong yang belum disertifikat bakal di sertifikatkan.
“Dan minggu depan kita akan ke Loloda untuk meninjau jalan sekaligus aset-aset Pemda,”ujarnya.
Mantan Kepala Bidang Kasda BPKD Halbar ini juga mengatakan, pihaknya bersama dengan Dinas Pertanahan juga sudah melakukan pengukuran ruas jalan di Desa Tuada dan Matui yang menggunakan PEN ukurannya berkisar 11 kilometer.
“Kegiatan pengukuran masih berlanjut belum selesai, dan di Jailolo itu kemungkinan tersisa 10 kapling yang belum tersertifikat, dan aset Pemda yang paling banyak itu jailolo, mudah-mudahan pada tahun 2023 bisa di sertifikatkan semua,”tandasnya.
Ia menambahkan, untuk masalah lahan yang belum dibayar diantaranya Puskesmas Akelamo, PLN Barataku dan depan Tokoh Megaria pada Tahun ini diupayakan segera dibayar.
“Depan Megaria itu kendalanya karena hasil penilaian dan kemauan pemilik lahan itu berbeda, tetapi pemda tetap mengikuti penilaian, kita akan koordinasi dengan keuangan karena itu juga harus ada penitia pembebasan lahan dan secepatnya akan dilakukan rapat bentuk panitia persiapan pembebasan lahan,”pungkasnya.
Penulis : Elang
Editor : Redaksi











