SALOIPOST.id, Jailolo – Ketua Fraksi Hanura DPRD Halmahera Barat, Hardi Hayyun, menilai Bupati Halbar, James Uang hobi memelihara kepala Dinas yang bermasalah. Hal ini bukan tanpa dasar, sebab pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya kepala Dinas di Pemerintahan James-Djfuri (Jujur) yang sering berulah.
Hardi Hayyun, yang juga sebagai Ketua DPC Hanura Halmahera Barat, saat dihubungi melalui via WhatsApp (19/12) tadi malam mengungkapkan, ada kepala Dinas pada pemerintahan Bupati James Uang dan Djufri Muhammad (JUJUR) yang tidak menciptakan prestasi seperti Kepala Dinas Kesehatan Novelheins Sakalaty.
Menurutnya, Novelheins Sakalaty semenjak diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Halbar punya track record yang buruk hal ini dibuktikan dengan tingginya angka stunting di wilayah Kecamatan Tabaru yang sebelumnya kepala Puskesmas Tabaru dijabat oleh Novelheins itu sendiri.
Ia juga mengatakan, awal menjabat sebagai Plt. Kadinkes Novelheins juga bermasalah dalam melakukan tender obat dengan nominal anggaran yang cukup fantastis Rp.2,2 miliar yang sementara ini masalah telah ditangani oleh Polda Maluku Utara, sehingga terjadi kelangkaan obat pada setiap puskesmas beberapa waktu lalu.
Hardi juga menjelaskan, tidak sampai disitu saja Novelheins juga kembali berulah dengan melakukan perubahan bentuk pada mobil dinas operasional kesehatan, alias memodifikasi mobil yang sebelumnya dengan kap tertutup diubah menjadi kap terbuka, atau pick up dan masalah tersebut sudah ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Barat.
“Saya juga sayangkan, Dinas kesehatan ini kan tipe B tapi merger dengan BKKBD dan sekarang membawahi Empat bidang, itu berarti setara dengan Dinas Tipe A. Tetapi dalam menentukan Pimpinan pada Dinas ini tanpa didahului dengan proses seleksi (Assessment),”sesalnya.
Ia juga menegaskan, seharusnya Bupati Halbar James Uang harus tegas dan berikan punishment terhadap pejabat yang sering berulah seperti ini. Bukan malah melakukan pembiaran terhadap kadis tersebut,
“Orang seperti ini bukan lagi menjadi kebutuhan daerah tapi akan menghancurkan Daerah, karena dapat mencitrakan pemerintahan yang sangat buruk,”cetusnya.
Penulis : Elang
Editor : Redaksi











