SALOIPOST.Id, Jailolo – Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), di Maluku Utara (Malut), dan khususnya di kabupaten Halmahera Barat (Halbar), adalah bagian dari Kunjungan kerja (Kunker) yang sudah di jadwalkan, bukan upaya pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.
Hal tersebut, dapat dibuktikan dengan Rundown yang dikeluarkan oleh Komando Daerah Militer XV Patimura Staf Operasi, yang didalamnya berisi Rundown Kunker Presiden RI Ke tiga wilayah di Maluku Utara. Yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Tertanggal 27 sampai dengan 28 September 2022.
Seperti informasi yang berkembang bahwa kedatangan Jokowi di Halbar, adalah bagian dari upaya pemerintah daerah. menanggapi itu, dua fraksi DPRD Halmahera Barat, yakni partai kebangkitan bangsa (PKB) Alber Hama dan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Joko Ahadi, bereaksi.
Joko Ahadi mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi di Halbar, itu bukan Upaya pemerintah daerah tetapi itu sudah termuat dalam agenda resmi Kunjungan kerja (Kunker) Mengenai pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan Modal kerja (BMK) yang sudah di tetapkan dipusat
“Itu masuk dalam kunjungan, maka dia (Jokowi) Harus hadir, bukan berarti pemda lobi Kase datang Presiden, Jangan kasih balik-balik, atau dipolitisir,” Ungkap Joko, Saat di wawancarai di kantor DPRD Halbar, Kamis (29/9)
Politisi Golkar itu menjelaskan, Agenda Presiden itu sudah termuat dalam Rundown Kunker dan itu sifatnya resmi. Bukan sifatnya undangan dari pemerintah daerah. Namun, dia menilai pemerintah daerah berhasil melayani kunjungan Presiden, sebab agendanya berjalan lancar dan kondusif
“Agenda Presiden itu sudah jelas turun di Maluku Utara dan itu sudah di tetapkan maka tanpa di undang dia tetap datang, Pemda hanya berhasil melayani,” Cetus Ketua Komisi I
Senada, Fraksi PKB, Alber Hama mengatakan, kedatangan presiden Jokowi merupakan agenda resmi dari Istana Negara, yang jadwalkan untuk turun di beberapa kota yang ada di Maluku Utara, termasuk Halmahera Barat.
“Kunjungan Presiden itu agenda resmi yang ditetapkan oleh istana negara,” kata Alber
“Kedatangan presiden itu sifatnya mendadak, kami di bandara udara tiba-tiba mendapatkan informasi dari Paspampres bahwa ada kunjungan presiden dan itu disampaikan melalui protokoler Halbar, bukan atas permohonan yang di ajukan pemerintah daerah,” Jelas Alber Menambahkan
Politisi PKB itu mengatakan, ada hal penting saat kedatangan Presiden, selain memberikan bantuan secara langsung terhadap masyarakat, kehadirannya adalah kesempatan emas bagi pemda Halbar, untuk menyampaikan langsung terkait kebutuhan Daerah, dan itu tidak di sia-siakan oleh Bupati
“Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Bupati James Uang, dan saya sendiri yang mendengarnya, poin itu terkai penambahan DAU, DAK dan DD,” kata Alber
Politisi PKB itu menyebutkan, beberpa poin penting yang disuguhkan oleh pemerintah daerah yang di sampaikan oleh Bupati James Uang, terkait penambahan Dana alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana desa, terhadap orang nomor satu di Indonesia. Itu baginya, sebuah upaya untuk perubahan daerah kedepan, dan itu sudah direspon baik oleh Presiden Jokowi saat itu
” Itu direspon baik, dan bapak presiden langsung menunjuk kepada yang bersangkutan, dan dia memerintahkan Bupati untuk menyiapkan dokumennya,” Pungkasnya
Diakhir Wawancara Alber Menambahkan, kedatangan Jokowi di Halbar, baginya adalah keuntungan karena selain memberikan bantuan terhadap masyarakat juga bertemu langsung dengan pemerintah daerah
“Masyarakat dengan suka cita menerima kunjungan Presiden dan berterimah kasih, karena telah hadir. sebab, beberapa kali di jadwalkan namun gagal,” Pungkasnya mengakhiri
Penulis : Elang
Editor : Redaksi











