SALOIPOST.Id, Jailolo – Pemilik CV. Maziria Teknik, Ciko akhirnya bersikap mengambil alih proyek pembangunan ruang laboratorium komputer beserta perabotnya pada SMP Negeri 14 di Desa Tahafo. Sikap tersebut, menurut Ciko, dimaksudkan untuk menyudahi polemik yang tengah berlangsung antara dua pihak yang saling klaim terkait pemenang tender proyek tersebut.
“Proyek itu kita ambil alih sudah supaya tidak ada lagi polemik, si A bilang dia punya si B bilang dia punya,” ungkap Ciko selaku pemilik perusahan ketika di wawancarai, Jumat (12/8)
Dua pihak dimaksud adalah pihak kontraktor atas nama Sela berhadapan dengan pihak kontraktor atas nama Jafar. Menariknya, polemik ini rame karena sebelumnya muncul pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Halamhera Barat (Halbar), Rosberi Uang yang menyebut bahwa pemenang tender proyek tersebut adalah Jafar, dan Ciko telah memberikan jasa perusahan berupa surat kuasa kepada Jafar.
Pernyataan tersebut dibantah Ciko, bahwa dirinya belum memberikan surat kuasa tersebut. “Penyataan ibu kadis mengenai Jafar saya membantah, perkataan itu tidak benar,” kata Ciko saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAp, Sabtu (13/8.
Ciko kembali menegaskan, dirinya bakal mengambil alih pekerjaan proyek tersebut karena khawatir polemik ini terus berlarut dan berimbas pada perusahannya. “Saya ambil alih sudah, takutnya masalah ini terus berlanjut dan imbasnya perusahaan di black list, ini kan repot,” jelasnya.
Ciko bilang, awalnya itu Jafar yang komunikasi untuk memakai jasa perusahannya dan kemudian dari pihak Sela melalui salah oknum dari pihak ULP. “Pertama itu Jafar yang hubungi pake perusahaan. Awal itu tidak ada kesepakatan dengan Sela, namun perkenalan dengan pihak sela itu dari ULP yang kasih kenalan,” tutur Ciko.
Namun, ketika ditanyakan mengenai kesepakatan bersama pihak Sela terkait pemberian jasa perusahan, Ciko tak menggubris. Ia hanya bilang, solusinya dirinya akan bertemu semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.
Ciko mengaku, soal urusan administrasi memang sudah dilakukan bersama pihak Sela, dan dirinya mengakui pernah menerima itu. Tetapi, kata Ciko, dirinya juga dijebak oleh kedua pihak.
“Soal administrasi yang diberikan ibu Sela, memang ada terimah Sebenarnya masalah ini saya anggap saya dijebak. Jadi biar dari kedua pihak ini marah, paket 14 ini saya yang tangani sudah,” urai Ciko
Di akhir wawancara, Ciko juga bilang, pada Jumat (12/8) kemarin, pihaknya bersama Kadikbud Rosberi dan ULP baru saja mengadakan pertemuan sama Bupati untuk membahasa hal ini.
“Tadi ketemu sama bupati, bupati berikan tanggung jawab ke pihak ULP untuk mediasi dan mempertemukan semua pihak untuk bahas dan menyelesaikan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati James Uang ketika ditanyakan melalui Via WhatsAp, mengenai persoalkan tender proyek SMP N 14 yang melibatkan Kadikbud Rosberi yang diketahui sebagai adiknya itu, tidak digubris padahal sudah dibaca.
Penulis: Elang
Editor: Redaksi











