SALOIPOST.Id, Jailolo – Polemik tentang proyek pembangunan ruang sekolah SMP N 14 di Desa Tahafo kian memanas. Jafar, orang yang disebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Rosberi Uang sebagai pemenang tender proyek tersebut kini angkat bicara.
Jafar mengaku, dirinya tidak pernah terlibat melakukan tender proyek tersebut. Kadikbud Rosberi, kata Jafar, hanya memerintahkan dirinya untuk mengawasi pekerjaan proyek tersebut.
“Trda kalau untuk tender saya tra masuk sampe kasana. Ibu hanya mengatakan pekerjaan yang di Tahafo itu ngoni awasi, distu ada dua proyek satu ruang Lab dan satu ruang guru, saya diperintahkan untuk kawal saja ” ungkap Jafar saat diwawancarai dirumahnya, di Desa Tahafo, Kamis (11/8).
Jafar bilang, urusan penawaran tender proyek itu tidak muda karena banya aturan yang harus dilewati. Karena itu, lanjut Jafar, dirinya menyerahkan semua urusan terkait tender kepada Kadikbud Rosberi. Jafar mengaku, dirinya cukup mengawasi pekerjaan proyek tersebut.
“Karena mengenai tender untuk masuk ke dalam itu terlalu banya lika-liku, jadi saya sampaikan di ibu kalau bisa ngoni kase urus itu sadiki nanti saya yang awasi saja pekerjaan ini,” bebenya.
Setelah itu, kata Jafar, dirinya menunggu informasi lanjutan, namun belum ada kabar dari Kadikbud Rosberi. Pekerjaan proyek tersebut, sebut Jafar, rencananya dimulai pada bulan ramadhan kemarin namun karena ada kendala sehingga ditunda.
“Saya tunggu lama belum ada kabar, rencananya puasa itu pelaksanaan sudah jalan, tapi mungkin belum ada uang jadi kasih mundur,” jelasnya.
Jafar juga mengaku dirinya sempat mencegah pihak dari Sela yang saat itu sudah melakukan pengukuran lahan dan pengadaan bahan material.
“Pada saat terjadi pihak ibu Sela masuk ukur lahan proyek, saya sempat tegur dan tanya, ibu dari mana? Sejak itu langsung saya komunikasi di ibu Ros dan ibu Ros katakan, bilang di dong (pihak Sela) mungkin dong salah buang material. Jadi ngana yang awasi pekerjaan itu,” ungkap Jafar meniru ucapan Kadikbud Rosberi.
Saat itu, terang Jafar, Kadikbud Rosberi sempat berkomunikasi dengan pemilik CV. Maziria Teknik yakni Ciko untuk mempertanyakan soal pengalihan perusahan ke pihak Sela. Namun, menurut Jafar, Ciko mengelak soal pengalihan itu.
“Ibu Ros hubungi Ciko selaku pemilik perusahan dan tanya, bagaimana kong ngana pe CV itu kase alihkan di ibu sela. Namun Ciko mengelak dan bilang bukan dirinya,” pungkas Jafar.

Sementara pantauan Saloipost, dilokasi proyek tersebut sudah dilakukan pekerjaan berupa pembuatan fondasi dengan panjang 8.10 meter dan Lebar 6.10 meter. Namun terdapat kejanggalan karena pekerjaan tersebut tanpa ada papan informasi proyek.
Penulis: Elang
Editor: Redaksi











