Kampanye Hanya 75 Hari, KPU: Ini Upaya Wujudkan Pemilu 2024 Sebagai Sarana Integrasi Bangsa

Sabtu, 6 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST.id – Masa kampanye pemilu hanya akan digelar selama 75 hari pada pemilu 2024. Hal ini relatif singkat dibanding Pemilu 2019 yakni 6 bulan 3 minggu. Menanggapi itu, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Mochammad Afifuddin menyatakan, waktu kampanye yang relatif singkat itu sebagai upaya KPU untuk mencegah kampanye negatif.

“Pengalaman Pemilu 2019 membuat kita berpikir bagaimana mendesain mengatur waktu yang dipakai untuk kampanye negatif calon,” ujar Afif saat menjadi narasumber pada acara Obrolan Balkon bertema “Pemilu 2024, Pesta Siapa?” yang digelar Liputan6.com, Rabu (3/8/2022).

Mencegah kampanye negatif ini, menurut Afif, sejalan dengan keinginan KPU mewujudkan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, bukan sarana disintegrasi.

Afif menilai dengan pengalaman yang dimiliki KPU mengelola Pemilu 2019 menjadi bekal penting dalam menyikapi isu yang sifatnya memecah belah, agar tidak terulang pada Pemilu 2024.

Baca Juga :  Meski Dikritisi di Debat Kandidat, JUJUR Tampil Tenang Memaparkan Program Berkelanjutan

Karena itu, Afif mendorong para calon nantinya berkampanye memunculkan keunggulannya, menyampaikan program baik bukan memanfaatkan isu-isu negatif dan SARA.

Tak hanya itu, Afif berharap kampanye yang dilakukan parpol dikemas dengan santai yang dapat merangkul anak-anak muda yang diyakini nantinya pada Pemilu 2024 mencapai 60 persen pemilih muda.

“Bersosialisasi di ruang yang tidak melulu dikemas serius, seperti talkshow, kelompok hobby, katakanlah melibatkan anak muda, acara yang ringan dimasukkan konten pemilu yang membuat riang gembira,” usul Afif.

“Kita dorong semangat hal baik, bukan menjelekkan musuh politik kita, dorong semua pihak mengedepankan politisi bersih,” tambah Afif.

Baca Juga :  Dugaan Kecurangan TPS 1 Akelamo Cinga-Cinga, Berpotensi PSU

Strategi KPU dalam Pemilu 2024 adalah bekerja sama dengan banyak pihak untuk menggandeng pemilih muda yang tergolong baru menggunakan hak pilihnya nanti

“Bergandeng tangan dengan banyak orang, menjelaskan ke mereka [pemilih muda] dunia pemilu dan politik bukan dunia orang tua, itu dunia semua orang, salah memilih kita akan berhadapan pilihan salah sampai 5 tahun kedepan,” kata Afif.

Tentu saja, lanjut Afif, memberi pemahaman pemilih muda terkait penggunaan hak pilih merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, sebut Afif, jika ingin merangkul anak muda maka perlu dikemas dengan kegembiraan dan dekat dengan anak muda.

Editor: Redaksi
Sumber rujukan: Berita KPU RI, Rabu (3/8/22)

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru