SALOIPOST.Id, Jailolo – Warga Halmahera Barat (Halbar) mengeluhkan soal pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terkait keterlambatan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pasalnya, warga menilai pihak Dukcapil selalu beralasan bahwa mesin percetakan sedang rusak.
Hal ini dikeluhkan seorang warga, Sandi saat berbincang dengan Saloipost di lingkungan kantor Dinas Dukcapil, Rabu (20/7).
“Agak sulit buat KTP di dukcapil Halbar, karena alasannya itu-itu saja,” ungkap Sandi saat berbincang dengan Saloipost di lingkungan kantor Dinas Dukcapil, Rabu (20/7).
Ia bilang, perlu perhatian serius dari Pemerintah daerah (Pemda), sebab ini kebutuhan mendasar bagi warga Indonesia dan khususnya masyarakat Halbar. Ia pun berharap, Pemda secepatnya mengambil langkah agar tidak menimbulkan keresahan warga.
“KTP itu kebutuhan paling mendasar sebagai warga negara Indonesia, pemerintah harus perhatikan itu,” cetusnya.
“Harapan agar pemerintah secepat mengambil langka, biar masyarakat tidak resah ketika mengurusi pembuatan KTP,” pungkasnya berharap
Keluhan yang sama disampaikan Ibu Ija, warga yang juga sedang mengurus KTP di Dinas Dukcapil Halbar. “Katanya mesin percetakan KTP rusak sudah satu bulan makanya tong pe KTP belum bisa dicetak,” ungkap Ibu Ija.
Lebih jauh, Ibu Ija bilang, segala pengurusan terkait lamaran pekerjaan jika tidak disertai dengan KTP maka lamaran itu akan ditolak. Bahkan kata dia, bukan hanya itu, KTP juga berlaku untuk warga yang sedang dalam perjalanan jauh.
Pelayanan Dinas Dukcapil semacam ini, kata dia, akan berimbas besar pada segala keperluan warga.
“Tong Kase masok lamaran me stengah mati apalagi perjalanan jauh, kalau cuma andalkan surat keterangan (suket) dan kalau so berangkat jauh lalu suket itu sobek tong mau pake apa lagi,” keluh Ibu Ija.
Terpisah, salah satu staf pegawai di Dinas Dukcapil saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mesin percetakan e-KTP itu memang sementara dalam kondisi rusak. Namun dirinya mengaku pihaknya sudah membuat pengajuan alat baru.
“Memang ada rusak sudah sekitar satu bulan lalu, dan minggu depan mungkin so ada yang baru karena sudah buat pengajuan,” tandas pegawai tersebut yang namanya tidak mau disebutkan.
Penulis: Elang / Editor: Tim Redaksi











