PEN Berakhir di 2023, Pemerintah Bakal Fokus Tangani Dampak Krisis Global

Sabtu, 11 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALOIPOST. ID, Jakarta – Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanggulangan COVID-19 akan berakhir pada 2023 mendatang. Menurutnya, Pemerintah akan fokus menangani dampak krisis global ke dalam negeri.

Ha ini di sampaikan Susiwijono dalam diskusi media Jumat (10/6), dilansir dari  cnnindonesia.com.

“Mudah-mudahan, seiring dengan melandainya covid ini, mungkin kita di tahun ini masih ada program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) masih akan tetap ada untuk mendorong ekonominya. Di tahun depan tidak ada,” ujarnya.

Sesmenko menyebut, dalam menangani krisis global, ada tiga dampak yang akan dimitigasi, yakni sektor pangan, energi dan keuangan. Terkait itu, Indonesia terlibat mengambil peran dalam Global Crisis Response Group (GCRG) yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Peran kita tidak hanya di tingkat nasional tangani berbagai krisis global yang berpengaruh langsung terhadap negara kita. Tetapi pemerintah berkontribusi langsung menangani krisis global,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pengadaan Obat Dipercepat, Bupati Bakal Lahirkan Perbup Pengalihan Regulasi Tender

Dalam rilis Kemenko Bidang  Perekonomian (10 Juni 2022), disebutkan pembentukan GCRG bertujuan mengadvokasi dan memfasilitasi konsensus global terhadap aksi-aksi untuk menghindari, memitigasi dan merespon dampak-dampak krisis pangan, energi dan keuangan bagi negara-negara yang rentan, terutama akibat imbas dari Pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia.

“Meski dipercaya untuk berfokus pada solusi keuangan, Indonesia tetap sangat terbuka untuk menyampaikan masukan saran dan rekomendasi terkait krisis pangan dan energi,” pernyataan yang dikutip dalam rilis tersebut

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) juga telah memaparkan, tantangan saat ini adalah terjadi pergeseran kondisi ekonomi. “Ekonomi bergeser dan menjadi makin rumit, yaitu dalam bentuk yang tadinya dominasi pandemi, sekarang dominasinya adalah kenaikan harga-harga, baik karena disrupsi maupun karena geo-political,” kata Mankeu MSI dalam Konferensi APBN KiTA, Senin 23 Mei 2022, ditayang dari channel Youtube Kemenkeu RI.

Baca Juga :  Peringati HUT Partai Demokrat Yang Ke 21 Tahun, DPC PD Halbar Berbagi Sembako

Kenaikan harga yang ekstrim ini, lanjut SMI, merupakan risiko yang harus diwaspadai, karena kenaikan tersebut akan menyebabkan  pengetatan dari sektor moneter yang menyebabkan suku bunga naik dan likuiditas yang ketat.

“Suku bunga naik, likuiditas yang ketat, dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Ini adalah risiko yang harus menjadi pusat perhatian kita untuk tahun ini dan tahun depan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk COVID-19 melalui program PEN sejak 2020 hingga 2022. Pada tahun 2020 disiapkan anggaran sebesar Rp695,2 triliun dan naik menjadi Rp744,7 triliun pada 2021.

Kemudian, pada 2022 anggaran PEN turun menjadi sebesar Rp455,62 triliun yang terbagi dalam tiga klaster, yakni kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi.

Editor: Tim Redaksi


Sumber rujukan: CNN Indonesia, Siaran Pers Kemenko Bidang Perekonomian (10 Juni 2022), Channel Youtube Kemenkeu RI

Berita Terkait

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan
Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI
Hindari Kesalahan Jelang Mutasi-Promosi Jabatan, Bupati James Uang Minta Petunjuk di BKN-RI
Reses di Sahu Timur, Meri Popala Siap Kawal Aspirasi Para Petani
Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Dalam Reses Meri Popala di Kecamatan Jailolo

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25

Gabungan Organisasi Wanita Halmahera Barat, Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22

Gelar Safari Ramadan, Bupati Tegaskan Prioritas “Halbar Religius” Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:57

Sekretaris Wilayah Lantik Sukran Bambang Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halbar

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:27

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Ibu dan Bayangkari Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:40

Terimah 1.000 Paket Sembako Korban Banjir, Bupati Berterima Kasih ke Kemensos RI

Berita Terbaru